Ini Bahan-bahan Alami Agar Rambut Sehat & Cara Perawatannya In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

MENJAGA kebersihan dan kesehatan rambut sangat penting. Mencuci rambut 2-3 hari sekali menggunakan shampo merupakan kegiatan wajib. Tapi itu belum cukup.

Karena shampo memiliki lebih banyak kandungan deterjen daripada nutrisi. Sehingga menyebabkan rambut akan kekurangan nutrisi.

Konsumsi jenis makanan juga dapat berpengaruh dengan kondisi rambut. Untuk memberikan nutrisi lebih bagi rambut, perbanyak asupan makanan seperti ikan salmon, bayam, sereal, dan telur.

Perawatan dari luar juga diperlukan untuk menambah asupan nutrisi bagi rambut.

Yang menjadi masalah rambut aecara umum adalah ketombe. Tak hanya bisa mendatangkan rasa gatal. Tapi juga bisa akibatkan kerontokan. Kalau sudah bermasalah dengan keduanya, maka perlu cara ekstra merawat rambut .

Ada beberapa cara merawat rambut rontok dan berketombe yang efektif.

Pertama, memiijat dengan menggunakan minyak pohon teh. Minyak pohon teh ampuh mengatasi ketombe dan jerawat di kulit kepala.

Selain itu, minyak pohon teh juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah demi kesuburan rambut.

Kedua, pakai masker pepaya dan madu. Pepaya mengandung chitinase yang melemahkan dinding sel jamur penyebab ketombe. Kombinasikan juga dengan khasiat antiseptik dan menyuburkan dari madu.

Ketiga, gunakan masker aloe vera dan jeruk nipis. Sebab aloe vera bersifat anti-septik dan menyuburkan. Padukan dengan sari lemon agar kulit kepala sehat.

Kelima, jauhi wax dan styling gel. Kedua produk ini bisa membuat rambut cepat kotor dan menjadi sarang jamur. Selain itu bahan kimianya bisa melemahkan batang rambut.

Kadang rambut terlihat lebih keriting karena kurang lembap dan tidak dirawat dengan baik.

Lain lagi dengan perawatan rambut lurus, tapi terlihat alami. Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba.

Pertama, bilas rambut yang sudah dikeramas dengan santan dan perasan jeruk sebagai pengganti kondisioner.

Kedua, rajin-rajjnlah hair mask menggunakan bahan alami kaya pelembap seperti madu, yogurt, pepaya, pisang, dan minyak kelapa. Bahan-bahan alami itu bisa menjadikan rambut lembap dan lebih lurus.

Ketiga, sisir dan keringkan dengan hair dryer agar rambut terlihat lebih lurus dan rapi. Selagi rambut dikeringkan, sisir terus-menerus sampai benar-benar kering.

Keempat, Jangan sering diikat atau digelung. Sebab, ikatan karet akan membuat rambut bergelombang.

Kelima, rutin konsumsi vitamin rambut. Selain melemaskan, minyak vitamin juga menjadikan rambut tampak lebih lurus.

Beberapa bahan alami terbaik lainnya yang bisa dimanfaatkan khasiatnya, di antaranya;

1. Masker alpukat Kaya akan minyak pelembap alami dan vitamin E yang baik untuk rambut kering dan rusak.

2. Masker pisang Pelembap alami, mineral, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E dalam pisang penting untuk kesehatan dan kelembutan rambut.

3. Masker santan instan Padukan santan instan dengan air perasan jeruk nipis agar rambut sehat, lebat, lembut, dan bebas lepek.

4. Masker putih telur dan lidah buaya Keduanya merupakan dua bahan alami terbaik untuk menyuburkan dan melebatkan rambut.

5. Konsumsi sayuran hijau Sayuran hijau seperti kangkung, bayam, selada air, dan sawi kaya akan methyl sulphony methane (MSM) yang bisa meningkatkan produksi keratin pada rambut.

Sementara agar rambut tak 'liar' seperti surai singa, bisa mencoba cara merawatnya aeperti ini;

1. Gunakan vitamin rambut. Sebab vitamin dapat melembutkan rambut yang terasa kering dan kasar dalam waktu singkat.

2. Bilas dengan cuka apel Sifat asam pada cuka apel berfungsi untuk menyeimbangkan pH pada kulit kepala dan batang rambut.

Dengan demikian, rambut tidak akan terlalu kering dan mengembang. Campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan yang sama. Tuangkan ke rambut, kemudian diamkan selama 5 menit sebelum dibilas.

3. Pakai masker alpukat dan yogurt. Kedua bahan alami ini mengandung minyak pelembap alami dan nutrisi yang ampuh sebagai kondisioner dan masker rambut.

Berikut tujuh langkah perawatan rambut yang perlu diketahui, yakni;

Pertama, menggunakan kondisioner setelah keramas dapat membantu meningkatkan kelembutan dan volume rambut.

Untuk menghindari ketombe, sebaiknya gunakan kondisioner dari batang rambut tengah hingga ke ujung dan hindari area kulit kepala.

Selain itu penggunaan kondisioner yang mendekati area kulit kepala, akan menjadikan kulit kepala mudah lepek dan cepat berketombe.

Kedua, pemakaian hair mask sebagai masker rambut dengan bahan natural seperti lidah buaya, madu, atau produk khusus hair mask tiap 1-2 minggu sekali.

Hal ini akan memberikan nutrisi tambahan bagi rambut yang mungkin sering mengalami penataan dengan alat tertentu seperti catok atau blow dry.

Ketiga, hair oil. Penggunaan minyak sebagai asupan nutrisi pada rambut merupakan hal yang tepat. Minyak rambut yang berbahan dasar alami memiliki kemampuan menyerap pada batang rambut.

Kandungan minyak dapat memperbaiki kutikula pada rambut. Saat ini banyak produk minyak rambut yang digunakan dengan metode didiamkan atau digunakan sebagai base sebelum melakukan penataan rambut seperti blow dry dan catok.

Untuk jenis rambut yang mudah berminyak sebaiknya kurangi konsumsi penggunaan minyak di dekat kulit kepala untuk menghindari lepek pada rambut.

Keempat, gunakan hair tonic setelah keramas dalam keadaan rambut setengah kering merupakan langkah untuk memberikan nutrisi di kulit kepala.

Beberapa masalah kerontokan dapat berkurang jika di lakukan pemberian hair tonic yang tepat. Namun perhatikan juga penggunaan hair tonic, karena penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan rambut mudah lepek.

Kelima, penggunaan hair mist untuk mereka yang memiliki aktivitas padat di luar ruangan, tentu rambut akan terpapar polusi dan menyebabkan bau kurang sedap.

Kondisi ini dapat disiasati dengan pengunaan hair mist untuk memberikan kesegaran dan keharuman pada rambut.

Beberapa produk hair mist juga memiliki kandungan nutrisi sehingga selain rambut jadi harum juga menjadi lembut dan mudah di atur.

Keenam, gunakan hair sunscreen. Tak hanya kulit ternyata rambut juga memerlukan sunscreen.

Kandungan sinar UVA dan UVB yang terpapar secara langsung pada rambut menyebabkan rambut kusam dan kering.

Jika ingin melakukan aktivitas di luar ruangan gunakan hair sunscreen untuk melindungi rambut agar terhindar dari sinar matahari.

Ketujuh, gunakan hair vitamin. Dengan mengkonsumsi berbagai jenis vitamin rambut secara oral atau jenis vitamin rambut yang dioleskan secara langsung ke batang rambut.

Selain menggunakan vitamin, dapat juga mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, B, C, D, E, biotin, zat besi protein yang terdapat pada telur, bayam, kacang-kacangan, dan biji-bijian.* [14:33, 09/10/2019] Fauzia: https://www.ayonews.com/2019/09/24/refleksi-jadi-alternatif-pendamping-dari-praktik-pengobatan-moderen/

PIJAT kesehatan refleksi sudah ada sejak berabad-abad silam. Di China, praktik pengobatan tradisional atau refleksologi melalui tekanan dari kaki ini pertama kali dikenalkan sejak 5000 tahun silam.

Referensi hieroglif untuk refleksologi kaki juga telah ditemukan di Mesir kuno. Sementara penduduk asli Amerika telah mengetahui hubungan antara kaki dan bagian tubuh lain selama berabad-abad.

Namun hingga kini, refleksi identik dengan pengobatan tradisional negeri tirai bambu. Selain itu, refleksi sendiri mencakup metode akupunktur, akupresur, tuina, anmo, dan berbagai terapi tekan yang lain.

Di zaman China Kuno (3000 SM) pijat refleksi serupa dengan akupresur, yaitu perawatan berdasarkan pada penekanan pada titik-titik tertentu sepanjang garis energi untuk menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh.

Refleksiologi (pijat refleksi) bekerja dengan cara menstimulasi kaki untuk tujuan penyembuhan. Hal ini dilakukan dengan cara memberi tekanan kepada titik-titik tertentu di kaki untuk merangsang organ atau bagian tubuh yang sesuai.

Garis energi (meridian dan kolateral) yang digunakan pada akupunktur dan akupresur, berbeda sedikit dengan garis energi (zona terapi) yang digunakan pada pijat refleksi.

Ada beberapa perbedaan dalam istilah titik refleksi pada kaki dan tangan yang digunakan dalam pijat refleksi dengan titik meridian dan kolateral pada tangan dan kaki yang digunakan dalam akupresur.

Refleksi dimulai dengan “pemanasan” pada kaki. Setelah itu, terapis akan mulai memberi tekanan kepada titik-titik tertentu yang terletak di kaki pasien.

Pada gilirannya, organ terkait atau kelenjar akan dirangsang. Kadang-kadang “deposit kristal” ditemukan pada titik tertentu di kaki.

Deposit kristal diyakini menyebabkan saraf terblokir. Terapis biasanya akan memecah deposit ini dengan melakukan tekanan dan pijatan.

Namun demikian, setiap orang akan merespon berbeda dalam refleksi. Beberapa orang akan melihat dan merasakan hasil yang cepat, sedang lainnya memerlukan lebih banyak waktu untuk menikmati hasilnya.

Hasil terapi refleksi juga akan tergantung pada tingkat keparahan dari penyakit. Semakin parah tentu akan membutuhkan waktu lebih banyak sebelum hasil dapat terlihat.

Kunci lain untuk mendapatkan hasil yang positif adalah keyakinan bahwa refleksi akan bekerja secara tepat. Dan juga harus didukung dengan pikiran dan tubuh agar memiliki koneksi yang kuat.

Jika pasien memiliki sikap mental yang positif, tubuh juga akan bereaksi dengan cara yang positif.

Beberapa penyakit atau keluhan yang dapat diatasi dengan refleksi di antaranya; meredakan sembelit, meringankan kram menstruasi, menghilangkan stres dan tekanan mental, tidur lebih nyenyak, meredakan sakit punggung, menyembuhkan sakit kepala dan migren.

Manfaat lain dari refleksi adalah dengan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah pada tubuh.

Refleksi mampu meningkatkan fungsi usus, ginjal, kulit, paru-paru terganggu karena tidak normal. Juga dapat melancarkan peredaran darah.

Refleksi membantu menghilangkan rasa sakit dengan merangsang pelepasan endorfin (pembunuh rasa sakit alami tubuh).

Sebagai metode alami, refleksi dapat dipertimbangkan untuk menjadi alternatif atau pendamping dari terapi pengobatan moderen.

Meskipun pijatnya hanya dilakukan di kaki, tangan, atau bagian telinga, namun efeknya dapat juga dirasakan bagian tubuh lainnya.*

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top