Menjaga Kesehatan Kulit itu Tak Perlu Menunggu Sampai Keluhan Semakin Parah In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

Menjaga Kesehatan Kulit itu Tak Perlu Menunggu Sampai Keluhan Semakin Parah

KULIT sehat, bersih dan bebas dari masalah menjadi dambaan setiap orang. Terutama kaum wanita. Dengan kulit bersih, sehat dan terawat, wanita akan selalu terlihat menarik. Untuk menjadikan kulit Anda agar selalu sehat memang harus repot. Tentu saja untuk mewujudkan itu butuh pengorbanan.

Merawat kulit memang bukan pekerjaan mudah dan butuh kesabaran yang tinggi. Sebagian banyak orang tidak mau repot untuk merawat kulitnya sendiri. Padahal, merawat kulit penting bagi semua kalangan demi menjaga kesehatan kulitnya. Tak hanya untuk kecantikan seorang wanita semnata.

Salah satu cara untuk memperoleh kulit yang bersih dan sehat adalah dengan dengan mengkonsultasikan diri kepada dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Dalam banyak kasus, orang lebih sering menunggu keluhannya parah, baru memutuskan untuk melakukan perawatan di dokter kulit. Akibatnya, Anda justru membutuhkan biaya yang lebih besar. Belum lagi harus mengorbankan waktu yang lebih lama untuk proses penyembuhan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Soal menjaga kesehatan kulit tak perlu menunggu keluhan menjadi semakin parah, baru kemudian konsultasi atau berobat. Jika Anda mencurigai sesuatu yang tidak wajar pada kulit Anda, segera konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Bila sedang berobat intensif, Anda mungkin akan dianjurkan dokter untuk melakukan konsultasi setiap 1-2 minggu. Namun bila kondisi sudah membaik dan stabil, cukup lakukan konsultasi setiap 1-2 bulan sekali.

Namun tidak sedikit juga orang yang awalnya mengalami keluhan pada kesehatan kulitnya dan memilih untuk ke dokter. Setelah berobat sembuh, namun tak lama masalah kulit kembali ia alami. Dokter juga nggak bisa disalahkan, kadang pasien terlena sehingga tidak ada kelanjutan untuk merawat kulitnya lagi karena merasa kulitnya sudah lebih baik.

Ketika kulit hanya dibiarkan saja dan tidak dibersihkan serta dilindungi dengan baik, tentu saja masalah yang sama akan kembali lagi. Bahkan mungkin juga bersama dengan keluhan baru. Oleh karena itu, agar masalah kulit Anda tidak kembali lagi, sebaiknya proses perawatan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Saat Anda melakukan perawatan di dokter kulit, Anda juga tidak disarankan untuk mengombinasikan produk herbal atau perawatan kulit rumahan. Bisa saja produk herbal yang Anda gunakan justru mengganggu proses perawatan atau pengobatan yang sedang Anda jalani di dokter kulit. Akibatnya, perawatan Anda pun jadi tidak maksimal.

Pastikan klinik dermatologis yang akan Anda datangi memang benar-benar dipegang atau ditangani oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) yang berkompeten dan telah bersertifikat. Bukan sekadar mengatasnamakan diri sebagai dokter kulit. Dengan begitu, dokter Anda akan menyesuaikan perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Bila kemudian memang meilih dokter kulit sebagai pilihan untuk mengatasi masalah kulit Anda, berikut jenis perawatan dan pengobatan yang paling populer;.

Pertama, chemical peeling. Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kulit kusam, berjerawat, bekas luka, keriput, hingga garis-garis halus di wajah.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan kimia yang mengandung asam glikolat atau asam trikloroasetat pada kulit. Bahan kimia tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terluar Anda akan mengelupas. Kulit lama yang mengelupas akan digantikan dengan lapisan kulit baru yang lebih muda, lembut, dan cerah.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini adalah bila pemilihan jenis cairan peelingnya tidak tepat, sehingga dapat menimbulkan kemerahan atau bekas hiperpigmentasi pada kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi dulu ke dokter atau spesialis kulit sebelum menjalani prosedur ini.

Kedua, collagen induction theraphy (microneedling). Microneedling akhir-akhir ini menjadi salah satu jenis perawatan wajah yang cukup populer di klinik dermatologi. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dengan merangsang produksi kolagen dalam kulit, mengatasi keluhan bopeng bekas jerawat, mengurangi kadar minyak pada kulit, mengecilkan pori-pori, dan mencerahkan kulit.

Sebelum memulai prosedur, dokter akan melakukan bius lokal di wajah Anda. Setelah itu, dokter akan menggunakan jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit. Luka-luka kecil pada kulit wajah Anda kemudian akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen yang membantu penyembuhan luka. Nah, kolagen baru inilah yang akan membuat kulit wajah Anda terlihat lebih licin, kencang, dan muda.

Meski terdengar menyeramkan, prosedur ini secara umum aman bila dilakukan oleh ahli dermatologi yang sudah terkualifikasi. Dibanding dengan metode lainnya, microneedling juga memilliki risiko yang lebih kecil seperti kemerahan dan pengelupasan ringan pada beberapa hari awal setelah dilakukan tindakan.

Ketiga, metode laser. Perawatan di dokter kulit satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Laser sering digunakan untuk meremajakan kulit wajah (mengencangkan, mengecilkan pori atau mengurangi garis kerutan halus), mengatasi jerawat meradang, menghilangkan flek/melasma, menghilangkan tato, atau mengatasi tanda lahir. Laser menghilangkan lapisan kulit mati menggunakan sinar.

Sel-sel kulit baru yang terbentuk selama penyembuhan membuat permukaan kulit Anda lebih kencang dan awet muda. Prosedur ini populer karena efektivitasnya serta prosedurnya yang bebas sakit.

Seperti banyak perawatan di dokter kulit lainnya, prosedur ini juga mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, efek samping ini biasanya hanya berlangsung sementara dan mudah diatasi seperti rasa hangat pada kulit, kulit memerah, ataupun bengkak.

Keempat, Filler wajah. Ini salah satu perawatan di dokter kulit yang sedang tren. Perawatan ini dilakukan untuk mengisi area-area wajah yang mengalami kekosongan (pipi, pelipis, kantong mata), atau area tertentu yang ingin ditonjolkan atau dipertegas seperti hidung, dagu, rahang. Filler wajah harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional, mengingat efek samping yang fatal dapat terjadi bila penyyntikan dilakukan secara sembarangan.

Dokter Anda akan menyuntikan cairan yang mengandung asam hialuronat ke beberapa bagian wajah yang ingin ditonjolkan agar lebih bervolume. Setelah injeksi selesai, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan dan kemerahan di area yang disuntik.

Kelima, botox. Perawatan di dokter kulit lainnya yang masih popular sampai saat ini adalah suntik botox. Tidak hanya untuk wanita saja, perawatan satu ini pun banyak digemari kaum pria supaya meningkatkan penampilan serta kepercayaan diri mereka.

Botox digunakan dalam dunia kecantikan kulit untuk mengatasi kerutan pada wajah, atau perawatan untuk mencegah supaya kerutan tidak cepat muncul. Botox juga dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti migrain kronis, hyperhidrosis, mata kedutan, mata juling, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan filler, suntik botox juga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional untuk menghindari terjadinya efek samping. Meski prosedur ini minim sayatan, bukan berarti botox tidak memiliki efek samping.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini antara lain nyeri, kemerahan, serta kebas di daerah suntikkan. Jika prosedur ini tidak dilakukan oleh ahlinya, Anda bisa mengalami efek samping seperti ptosis (tidak bisa membuka mata), alis mata turun, hingga wajah jadi tidak simetris

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top