Pentingnya Waxing Bagi Wanita dalam Menjaga Kesehatan Kulit In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

TUMBUHNYA bulu atau rambut pada beberapa bagian tubuh wanita sangat mengganggu. Keberadaan rambut yang tumbuh liar itu tentu saja membuat wanita risih dan tak percaya diri.

Beda dengan pria, wanita tidak disarankan untuk mencukur bulu-bulu atau rambut yang tumbuh liar di area wajah, alis, bikini, ketiak, lengan, punggung, perut dan kaki. Justru wanita diharuskan untuk mencabut habis bulu atau rambut liar yang menggangu penampilan di area-area tersebut.

Melalui waxing atau pola penghilangan rambut semi permanen dengan teknik mencabut rambut dari akarnya menjadi pilihan satu-satunya. Rambut yang telah di-wax tidak akan tumbuh kembali hingga 2-9 minggu.

Jika waxing dilakukan secara rutin, akan ada kemungkinan rambut menghilang secara permanen. Mencabut rambut hingga akarnya memberikan hasil lebih baik daripada mencukurnya.

Sebab dengan waxing, proses mengangkat kulit mati di beberapa bagian tubuh wanita hasilnya akan lebih maksimal dalam menjaga kesehatan, terutama kulit. Di sinilah waxing memainkan perannya.

Dengan membiarkan kulit mati yang tak terangkat inilah menjadi penyebab warna kulit belang di area lipatan, seperti ketiak atau lipatan paha wanita. Jika membiarkan kondisi seperti itu, selain membuat penampilan risih, lawan jenis atau suami pun akan kehilangan gairah saat akan bercinta.

Mengapa pada wanita tak disarankan untuk mencukur rambut, beda dengan pria? Karena rambut akan tumbuh kasar dan tebal setelahnya. Itu karena yang tumbuh adalah batang rambut, bukan akarnya.

Dengan cara mencabut rambut melalui waxing, akar dan rambut baru akan bertumbuh lebih halus. Sehingga tidak merusak dan menjadi penyebab warna kulit jadi belang atau menghitam.

Mencukur rambut juga menyebabkan ingrown hair atau rambut yang tumbuh ke dalam. Bahayanya, akan ada bintik hitam, gatal, bentol, bahkan bernanah. Waxing juga membuat kulit jadi bersih dan bebas dari lembab.

Bahkan, bisa mencegah keputihan dengan metode waxing rambut di sekitar area v yang terlalu lebat. Ini pentingnya wanita Indonesia mewaxing di sekitaran organ intim.

Karena memang cuaca di Indonesia membbuat tubuh wanita mudah menjadi lembab. Selain itu kelembaban juga terjadi karena pemakaian celana dalam yang ketat. Belum lagi dengan masa haid yang datang setiap bulan. Bulu pubis yang terlalu lebat bisa membuat kotoran menempel jika tak dibersihkan sempurna.

Satu dari tiga penyakit yang menjadi musuh perempuan adalah keputihan. Jamur yang tumbuh karena area V yang lembab dan tak terawat menjadi penyebab keputihan. Dengan area V yang terawat dan terjaga kebersihannya, dan terhindar dari udara lembab, keputihan bisa dicegah.

Memang belum ada studi yang bisa membuktikan apakah waxing bisa dilihat sebagai upaya pencegahan keputihan. Namun secara nyata, jika area V mudah dibersihkan dengan rambut yang terawat, kelembaban bisa diminimalisasi.

Jika memang keputihan terjadi, tetap harus diobati dengan bantuan dokter. Namun, hal itu juga bisa dicegah dengan rajin merawat organ di area V. Lakukanlah sebelum terlambat. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Pada umumnya waxing dipraktikkan hanya dengan mengoleskan campuran lilin di atas kulit. Kemudian menempelkan handuk atau kain kassa di atasnya, ditekan-tekan, lalu ditarik dengan seketika sesuai arah tumbuhnya rambut.

Namun, ada juga waxing yang tidak menggunakan teknik seperti di atas. Dalam kasus tertentu, khususnya bagi yang memiliki warna kulit sensitif, waxing dilakukan tanpa menggunakan alat bantu seperti handuk atau kain.

Waxing memang bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi hal ini tidak disarankan buat mereka yang awam akan metode tersebut. Waxing akan lebih baik bila ditangani oleh ahlinya. Tentu saja membutuhkan perizinan ahli kecantikan terlebih dulu agar proses waxing bisa membuahkan hasil maksimal.*

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top