Refleksi Jadi Alternatif Pendamping Dari Praktik Pengobatan Moderen In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

Pijat kesehatan refleksi sudah ada sejak berabad-abad silam. Di China, praktik pengobatan tradisional atau refleksologi melalui tekanan dari kaki ini pertama kali dikenalkan sejak 5000 tahun silam.

Referensi hieroglif untuk refleksologi kaki juga telah ditemukan di Mesir kuno. Sementara penduduk asli Amerika telah mengetahui hubungan antara kaki dan bagian tubuh lain selama berabad-abad.

Namun hingga kini, refleksi identik dengan pengobatan tradisional negeri tirai bambu. Selain itu, refleksi sendiri mencakup metode akupunktur, akupresur, tuina, anmo, dan berbagai terapi tekan yang lain.

Di zaman China Kuno (3000 SM) pijat refleksi serupa dengan akupresur, yaitu perawatan berdasarkan pada penekanan pada titik-titik tertentu sepanjang garis energi untuk menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh.

Refleksiologi (pijat refleksi) bekerja dengan cara menstimulasi kaki untuk tujuan penyembuhan. Hal ini dilakukan dengan cara memberi tekanan kepada titik-titik tertentu di kaki untuk merangsang organ atau bagian tubuh yang sesuai.

Garis energi (meridian dan kolateral) yang digunakan pada akupunktur dan akupresur, berbeda sedikit dengan garis energi (zona terapi) yang digunakan pada pijat refleksi.

Ada beberapa perbedaan dalam istilah titik refleksi pada kaki dan tangan yang digunakan dalam pijat refleksi dengan titik meridian dan kolateral pada tangan dan kaki yang digunakan dalam akupresur.

Refleksi dimulai dengan “pemanasan” pada kaki. Setelah itu, terapis akan mulai memberi tekanan kepada titik-titik tertentu yang terletak di kaki pasien.

Pada gilirannya, organ terkait atau kelenjar akan dirangsang. Kadang-kadang “deposit kristal” ditemukan pada titik tertentu di kaki.

Deposit kristal diyakini menyebabkan saraf terblokir. Terapis biasanya akan memecah deposit ini dengan melakukan tekanan dan pijatan.

Namun demikian, setiap orang akan merespon berbeda dalam refleksi. Beberapa orang akan melihat dan merasakan hasil yang cepat, sedang lainnya memerlukan lebih banyak waktu untuk menikmati hasilnya.

Hasil terapi refleksi juga akan tergantung pada tingkat keparahan dari penyakit. Semakin parah tentu akan membutuhkan waktu lebih banyak sebelum hasil dapat terlihat.

Kunci lain untuk mendapatkan hasil yang positif adalah keyakinan bahwa refleksi akan bekerja secara tepat. Dan juga harus didukung dengan pikiran dan tubuh agar memiliki koneksi yang kuat.

Jika pasien memiliki sikap mental yang positif, tubuh juga akan bereaksi dengan cara yang positif.

Beberapa penyakit atau keluhan yang dapat diatasi dengan refleksi di antaranya; meredakan sembelit, meringankan kram menstruasi, menghilangkan stres dan tekanan mental, tidur lebih nyenyak, meredakan sakit punggung, menyembuhkan sakit kepala dan migren.

Manfaat lain dari refleksi adalah dengan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah pada tubuh.

Refleksi mampu meningkatkan fungsi usus, ginjal, kulit, paru-paru terganggu karena tidak normal. Juga dapat melancarkan peredaran darah.

Refleksi membantu menghilangkan rasa sakit dengan merangsang pelepasan endorfin (pembunuh rasa sakit alami tubuh).

Sebagai metode alami, refleksi dapat dipertimbangkan untuk menjadi alternatif atau pendamping dari terapi pengobatan moderen.

Meskipun pijatnya hanya dilakukan di kaki, tangan, atau bagian telinga, namun efeknya dapat juga dirasakan bagian tubuh lainnya.

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top