Wah Seru Nih, Ethno Spa Batak Bikin Sehat & Bugar dengan Bakar Diri di Atas Api Unggun In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

BERAGAM ethno spa membuktikan bahwa Indonesia kayak akan budaya. Budaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh tradisional ini bahkan telah dikenal hingga mancanegara.

Salah satu ethno spa yang sudah ditetapkan Kemenakertrans masuk dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Permenaker transaksi no 46 Tahun 2017 ini adalah ethno spa Batak.

Ethno spa Batak menjadi salah satu pilihan bagi wanita karir atau ibu rumah tangga. Dengan cara perawatan tubuh ala ethno spa Batak ini, lelah setelah seharian bekerja atau beraktifitas mengurus rumah tangga akan membuat tubuh bugar.

Wajah pun cerah. Tenaga kembali pulih seperti semula. Kesehatan dan kebugaran terjaga. Semangat akan makin meningkat untuk kembali beraktifitas kerja, mengurus rumah tangga atau aktifitas lainnya.

Memanjakan tubuh dengan melakukan pemijatan di spa sudah menjadi kebutuhan kalangan wanita moderen ibukota. Ethno spa banyak pilihan. Ada 15 jenis ethno spa yang sudah masuk dalam daftar SKKNI.

Selain dari ke 15 jenis spa tersebut ada satu lagi yang spa tradisional yang diperkenalkan yaitu Martup Spa. Agak berbeda spa ini dari ethno spa lainnya. Meski targetnya sama, kesehatan dan kebugaran tubuh.

Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA yang merupakan guru besar antropologi kesehatan UIN Jakarta, Martup Spa merupakan metode pijat terbaru yang terinspirasi dari tanah Batak, Sumatera Utara.

Teknik pijat tersebut berbeda dengan pijat tradisional kebanyakan dan ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan. Kalau pijat tradisional Betawi dan Minang, biasanya memulai dengan memijat dari kaki.

Beda dengan Martup Batak, memulai pijatan dari kepala. Mengapa begitu?

Ya, ada filosofi sendiri dalam suku Batak. Mereka percaya bahwa kepala adalah susunan tertinggi dalam tubuh.

Filosofi tersebut juga selaras dengan ilmu kedokteran yang mengatakan, pusat susunan syaraf terdapat di kepala.

Selain itu, posisi pemijat juga sangat ditentukan dalam pijatan ala Suku Batak ini. Posisi terapis yang memijit pun juga harus di sebelah kanan, tidak boleh memijit dari bagian atas. Pasalnya, salah posisi energi yang mengalir akan berkurang.

Proses pemijatan dimulai dengan membalurkan minyak yang berasal dari rempah-rempah khas Sumatera ke bagian atas kepala dan berfokus di titik-titik wajah tertentu.

Mulai dari dahi, bagian samping mata, alis, bagian bawah hidung, bagian belakang telinga dan dagu. Kemudian pijatan dilanjutkan ke leher hingga dada bagian atas. Maka dari itu, posisi pemijatan harus telentang.

Berlanjut ke bagian lengan, perut, bagian kaki, dan bagian belakang tubuh. Pijatan dilakukan dengan memberikan tekanan pada bagian-bagian tertentu seolah seperti ‘dicubit’.

Tekanan tersebut dipercaya mampu merelaksasikan otot-otot syaraf sehingga tubuh terasa lebih ringan.

Usai dipijit, tubuh juga akan dibalut dengan kain ulos yang akan memberikan rasa hangat.

Kemudian masuk dalam proses steam atau penguapan dengan rempah-rempah yang memberikan rasa harum dan bersih pada tubuh.

Sejatinya, ethno spa Batak itu ada tiga jenis. Pertama, jenis Tange. Teknik ini berasal dari Tapanuli Utara dan Tengah dan Sibolga. Di tiga daerah ini, dikenal dengan palas yakni pemanasan atau pengasapan.

Praktik pengasapan ini menggunakan api unggun dari kayu-kayu kecil. Sambil duduk di atasnya seolah membakar diri, beberapa benda-benda atau tumbuhan terkait seperti kemenyan, bawang putih dan lain-lain jugacikut dibakar.

Saat duduk di atas bara juga tidak bisa sembarangan. Harus menggunakan penutup rapat dengan kain yang agak tebal dan panjang serapat mungkin.

Kedua, jenis Tup. Teknik ini berasal dari Karo dan Dairi. Sementara jenis Martup berasal dari Simalungun, yakni proses steam atau penguapan menggunakan perulosan atau penyelimutan.

Proses penguapannya menggunakan sejumlah bahan tumbuhan yang telah direbus dengan periuk tanah dan dipindahkan ke dalam baskom. Lalu diletakkan di bawah tempat duduk pengguna. Sementara pengguna ditutup rapat menggunakan kain yang agak tebal dan panjang. Posisi kainnya harus serapat mungkin.

Ketiga, jenis Oukup. Teknik pemijatan ini berasal dari Tapanuli Utara dan Nias Prosesnya bersifat penutupan atau bahasa di wilayah itu sebagai penyongkokan.

Sifatnya juga pengasapan menggunakan api unggun dari kayu-kayu kecil sambil membakar dirinya, sama seperti metode atau jenis pertama.

Namun demikian, dari ketiga teknik tersebut, sampai sekarang di ethno spa Batak tersebut dengan sebutan Oukup/Martup, yang artinya bisa pengasapan atau penguapan.

Suku bangsa Batak yang terdiri dari sub suku yang tinggal di Sumatera Utara yakni Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Dairi, Karo, Simalungun.

Bahkan mereka ada yang tinggal di Nanggroe Aceh Darussalam yaitu suku Gayo dan Alas. Mereka hidup dari hasil pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.

Sumber daya alam yang mereka hasilkan di antaranya; padi, sawah dan ladang, tumbuhan gandum, jagung, macam-macam jeruk, buah duren, manggis, kelapa, cengkeh, buah pala, kayu manis, buah rotan, bunga-bungaan, palawija dan lain-lain.

Dari sini terlihat betapa sumber daya tumbuhan yang sangat beragam di daerah pegunungan dan pesisir tersebut. Selain untuk kebutuhan konsumsi pangan ternyata hasil sumber daya alam berupa rempah-rempah juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan yang prima dalam rangka mengobati penyakit yang di derita masyarakat sekitar sana.

Berangkat dari filosofi masyarakat Batak untuk menjaga Kesehatannya itulah Prof.Rusmin Tumanggor seorang ahli antropologi budaya melakukan penelitian ber-tahun-tahun lamanya guna mencari benang merah dari pengobatan tradisional masyarakat Batak pada zaman dahulu.

Tidak kurang dari ratusan dukun yang memberikan pencerahan dalam filosofi penyandingan mantra dan jampi juga telah menjadi obyek penelitiannya.

Sehingga didapatlah bagaimana proses praktik-praktik pengobatan dan penyembuhan dalam masyarakat tradisonal batak tersebut.

Salah satu ethno spa Batak yang dikenal dengan Menu Oukup atau Martup ada di Gaya Spa yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, selain 8 Etno lain yang ada, yakni Jawa, Bali, Madura, Betawi, Bugis, Borneo, Minahasa dan Minang.*

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top