Gaya Bakera Minahasa, Spa Tradisional Khusus Penyeimbang Suhu Tubuh In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

Memanjakan diri, seringkali selalu dimanfaatkan oleh wanita dengan menjalani ragam perawatan kecantikan. Salah satunya yaitu dengan perawatan spa. Selain untuk merelaksasi tubuh, maka cara ini dipercaya bisa memancarkan aura kecantikan kaum hawa.

Lulur, spa asal Jawa itu merupakan salah satu yang sudah sangat populer dikalangan para wanita. Selain itu, ada juga Boreh yang berasal dari Bali yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tetapi, ternyata Indonesia tersebut tak hanya memiliki kedua perawatan tubuh itu, masih ada banyak lagi yang lainnya dan tak kalah bermanfaat.

Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, juga mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia itu sendiri, telah menetapkan untuk mencanangkan Indonesia Ethnowellness spa. Hal ini sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai sebuah destinasi spa dan wellness berbasis kekayaan alam budaya Indonesia.

Masyarakat yang berada di Minahasa di Sulawesi Utara memiliki Bakera. Sebuah perawatan gaya Bakera Minahasa untuk wanita yang baru melahirkan dalam versi uap yang sarat manfaat. Tujuannya, bukan hanya untuk merevitalisasi tubuh yang melemah setelah bersalin, tetapi juga untuk merawat organ kewanitaan. Supaya senantiasa sehat dan elastis, melancarkan peredaran darah dan juga membuang toksin-toksin dalam tubuh.

Bakera ini memberikan keseimbangan antara unsur panas dan dingin yang ada dalam tubuh. Itulah mengapa Bakera banyak dilakukan oleh para wanita selepas melahirkan. Karena proses dari kehamilan sendiri dianggap telah mengeluarkan unsur panas tubuh.

Ramuan Bakera ini menggunakan campuran tanaman obat dan juga berbagai jenis daun-daunan beraroma wangi. Hal ini juga diyakini memiliki manfaat baik bagi kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit, serta memberikan efek relaksasi yang cukup menenangkan.

Meski identik dengan uap, namun untuk rangkaian perawatan gaya Bakera Minahasa yang bisa Anda nikmati di berbagai tempat spa itu tetap memiliki perawatan yang lengkap. Karena di dalamnya memang bukan hanya untuk steam saja, tetapi ada scrub tradisional, pijat, sampai masker.

Namun yang unik dari Bakera yaitu teknik pijatannya yang dikenal dengan nama Bakancing. Pada Bakancing, teknik pijatannya tersebut difokuskan pada area sekitar anus dan alat reproduksi perempuan. secara acupressure, maka titik ini yang akan mempengaruhi kerja reproduksi.

Gaya Bakera ini memberikan sebuah kesadaran bahwa pentingnya mensyukuri kekayaan alam Indonesia. Sebuah kekayaan alam yang mampu untuk merawat tubuh secara alami dan menjaga kesehatan kondisi tubuh manusia. Pada awalnya, Bakera merupakan sebuah ritual perawatan tubuh untuk wanita sehabis melahirkan. Serta digunakan untuk membantu jarak kelahiran atau sebagai metode KB alami yang dikenal dengan teknik Bakancing.

Adanya keseimbangan antara unsur panas dan dingin di dalam tubuh manusia akan menjadi konsep sehat masyarakat di Minahasa. Hal ini dimasukkan dalam unsur gaya Bakera Minahasa. Apabila salah satu atau kedua unsur tersebut hilang dari tubuh manusia, maka bisa digantikan dengan unsur panas dan dingin yang diambil dari alam.

Masyarakat Minahasa sangat percaya bahwa tubuh wanita sehabis melahirkan itu dalam keadaan lemah dan dingin. Oleh karena itu sangat perlu perawatan dengan memasukkan panas ke tubuh melalui proses penguapan (steaming). Sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan di dalam tubuh dan mencegah tubuh tidak bugar yang dikenal dengan istilah Bantahan.

Dalam perkembangannya, sekarang ini spa tersebut tidak hanya untuk wanita usai melahirkan saja. Tetapi bisa pula dirasakan oleh kaum pria maupun wanita yang merasa lelah atau masuk angin. Manfaat dari Bakera tak hanya berguna untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menjadi rileksasi. Bisa juga untuk  merangsang perbaikan sirkulasi darah, menghilangkan ketegangan otot dan sendi, merevitalisasi tubuh, serta membuang racun yang ada pada tubuh.

Berdasarkan data tim research dan development mengemukakan bahwa ramuan pada gaya Bakera Minahasa ini terdiri dari ragam daun-daun alami yang memiliki banyak manfaat. Seperti halnya daun puring, daun balacai, daun cengkeh, dan juga daun kayu manis. Yang mana telah diuji bermanfaat sebagai antibakteri pada tubuh. Kemudian dari daun jeruk limau, daun suji, dan juga daun pala yang berkhasiat sebagai antioksidan serta membantu memperbaiki sel-sel yang telah rusak.

Ada juga daun goro-goro ataupun daun baru cina, daun sereh dan juga daun pisang untuk melengkapi kebutuhan wanita untuk memperlancar peredaran darah. Bisa juga untuk membantu mengurangi keputihan, dan melancarkan haid dan antimikroba.

Tahapan perawatannya itu sendiri dimulai dari scrubbing untuk mengangkat kotoran dan juga sel-sel kulit mati pada tubuh. Setelah itu akan dilakukan steaming untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan juga memberikan efek rileks pada otot dan sendi.

Kemudian akan dilanjutkan dengan perawatan pijat dan juga masker tubuh. Hal ini untuk menutrisi kulit dan diakhiri dengan berendam rempah-rempah alami yang bisa menambah efek rileks dan peremajaan tubuh. Inilah rangkaian gaya Bakera Minahasa yang mulai banyak disukai oleh para wanita ketika ingin melakukan spa.

 

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top