Spa Tradisional ala Minangkabau, Gaya Batangeh Minang In:SPA, ethno, tradisional
503 623 135

Spa Tradisional ala Minangkabau, Gaya Batangeh Minang

Spa Tradisional ala Minangkabau, Gaya Batangeh Minang. Ragam jenis jamu serta berbagai ramuan tradisional itu cukup banyak ditemukan di berbagai tempat di negeri ini. Ketika berbeda wilayah maka berbeda pula tumbuhan yang akan digunakannya. Namun demikian, rupanya berbagai pemanfaatan cara dan juga produk perawatan tubuh tradisional tersebut kini mulai tergeser oleh produk perawatan tubuh dan spa dari luar.

Namun, kini spa tradisional Indonesia mulai berkembang. Setidaknya ada sembilan spa tradisional Nusantara yang mulai mewakili keragaman karakteristik budayanya yang mana memiliki keunggulan khasiatnya masing-masing. Hampir di setiap daerah itu memiliki teknik pengobatan dan juga perawatan kecantikan khas dengan memanfaatkan berbagai tanaman yang tumbuh di wilayah masing-masing.

Hingga saat ini Gaya Spa telah memiliki sekitar 15 etno wellness spa yang telah distandarisasi dan berasal dari 15 wilayah di seluruh penjuru nusantara. Salah satunya spa Batangeh, sebuah perawatan kecantikan khas dari Ranah Minang, Sumatera Barat.

Kearifan lokal berupa spa perawatan tubuh tradisional yang super unik salah satunya bisa juga ditemukan di masyarakat Minangkabau. Wanita Minang kerapkali menjaga kecantikan dan juga kesehatan tubuh mereka dengan cara mandi sauna yang disebut dengan gaya batangeh Minang atau bertangas yang artinya mandi uap. Fungsinya yaitu untuk perawatan dan pengobatan. Jenisnya ada dua yaitu batangeh kering dan batangeh basah.

Perempuan Minang senang merawat kecantikan dan kesehatannya dengan mandi uap menggunakan Batangeh. Metode ini juga bermakna mandi uap menggunakan 7 macam tumbuhan yang mengandung minyak atsiri atau essential oils. Tumbuhan tersebut di antaranya daun jeruk purut, sereh wangi, kayu manis, kenanga, nilam, cengkeh, pandan wangi serta ekstrak dari dua rempah yaitu kunyit dan juga daun sereh.

Alat dan bahan yang biasa digunakan diantaranya yaitu periuk tanah, tikar pandan, kain sarung, bangku, tungku, bunga, daun, akar, biji, dan juga kulit kayu. Sementara itu, untuk bahan lainnya yang bisa digunakan batangeh umumnya bagian tumbuhan yang mengandung minyak astiri, seperti halnya sereh wangi, pandan, sirih, gambelu, usa harum, dan kenanga.

Setelah melalui proses penguapan pada gaya Batangeh Minang, maka dilakukan pemijatan dan lulur di seluruh bagian tubuh. Hal tersebut dilakukan untuk membersihkan kulit, mengangkat sel kulit mati dan juga mengobati beberapa jenis penyakit. Di antaranya berbagai penyakit rematik, sinusitis, penyakit kulit, dan lain sebagainya.

Para wanita Minang seperti calon pengantin, ibu-ibu, wanita yang baru melahirkan, atau orang yang baru sembuh dari penyakit lama maka biasanya akan memanfaatkan gaya batangeh ini. Dengan perawatan tradisional tersebut maka tubuh mereka akan terasa segar dan harum sepanjang hari.

Gaya Batangeh Minang ini kebanyakan juga digunakan untuk kecantikan dan perawatan organ intim kewanitaan. Calon pengantin, ibu rumah tangga, dan perempuan yang baru melahirkan biasanya akan memanfaatkan perawatan Batangeh ini. Hal ini dilakukan untuk merawat dan juga membersihkan organ intim, menghilangkan bau anyir, dan mengembalikan fungsi rahim. Caranya dilakukan dengan melakukan pengasapan di daerah intim.

Wanita yang baru melahirkan juga memanfaatkan batangeh untuk menghilangkan bau anyir dan untuk mengembalikan fungsi rahim. Orang yang baru sembuh dari penyakit menahun pun akan melakukan spa ini untuk menghilangkan bau badan yang masih tersisa selama sakit.

Selain itu juga untuk digunakan mengembalikan kesegaran pada tubuh. Selain itu pula, rupanya batangeh juga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti halnya reumatik, penyakit kulit, sinusitis dan lain sebagainya.

Gaya Batangeh Minang kini sudah menjadi spa tradisional yang dikenal banyak orang. Gaya spa ini juga sudah bisa dilakukan oleh siapa saja, kapanpun dan dimanapun. Ada banyak keuntungan yang bisa Anda rasakan ketika melakukan gaya spa ini.

By Gaya SPA - Minutes - Words.

Back to Blog-List
Back to Top